BALIKPAPAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada Tahanan dan Warga Binaan dengan menggelar Skrining Penyakit Menular dan Tidak Menular bagi Tahanan Dan Warga Binaan, pada Jumat (30/01/2026). Kegiatan ini digelar di Aula Rutan Balikpapan bekerjasama dengan Puskesmas Karang Jati dan Puskesmas Mekar Sari.
Skrining kesehatan ini mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran tekanan darah, kadar gula, hingga skrining HIV. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus pencegahan agar kondisi kesehatan Warga Binaan tetap terpantau dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi penting mengenai pola hidup sehat bagi warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, jajaran pengamanan Rutan Balikpapan turut melakukan pengawalan dan pengawasan secara ketat guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif. Pengaturan alur Warga Binaan dilakukan secara terjadwal dan terkoordinasi sehingga proses pemeriksaan dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu stabilitas keamanan di dalam Rutan.

Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan merupakan salah satu prioritas utama. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan Warga Binaan mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Skrining ini tidak hanya membantu mendeteksi penyakit sejak dini, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kesehatan pribadi, ” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Rutan menyampaikan Terima Kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan juga Puskesmas yang telah bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, keberhasilan program skrining kesehatan ini tidak terlepas dari dukungan lintas sektor.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa Rutan Balikpapan terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang menyeluruh, layak, dan manusiawi, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan kualitas kesehatan Warga Binaan semakin meningkat sehingga mereka dapat menjalani pembinaan dengan lebih baik.

Updates.